Segera jadikan agenda
piknik kamu dalam waktu dekat.

Berikut sederet tempat
wisata yang bikin kamu adem dan terlena, sebagaimana dirangkum dari
berbagai sumber.
1. Air Terjun Sri Gethuk ala Grand Canyon
Kalau Arizona, Amerika
Serikat punya Grand Canyon, yaitu pesona alam yang menyajikan tebing terjal
terbelah oleh aliran Sungai Colorado, maka Jogja punya Air Terjun Sri Gethuk
yang tebing-tebingnya terlewati oleh aliran Sungai Oya. Wisata alam air terjun
ini terletak di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Gunung Kidul, Yogyakarta. Untuk
mencapai ke sana dari pusat kota Yogyakarta, kamu bisa menempuh dua jalur,
yakni Jalur utama, yaitu melewati jalan Wonosari-Pathuk-pertigaan
Gading-Playen-Bleberan. Jalur alternatif, yaitu melalui jalan Imogiri
Barat-jalan Panggang-Panggang-Paliyan-Playen-Bleberan.
Nah, untuk harga tiket
masuk, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 3.000/orang. Harga sewa perahu
sebesar Rp 5.000/orang. Sementara harga sewa ban untuk berenang sebesar Rp
2.000/ban.
2. Hutan Pinus Mangunan
ala film Twilight
Tak perlu terbang ke luar
negeri untuk menikmati hutan pinus seperti dalam film Twilight. Cukup kamu
berkunjung ke Desa Dlingo, Mangunan, Bantul, Yogyakarta. Pesona kerindangan
hutan pinus Mangunan ini seringkali bukan semata dijadikan tempat wisata, tapi
juga tempat melakukan pengambilan foto pre-wedding, lho.
Nah, bagi kamu yang
ingin melepas penat di sini, hanya perlu membayar parkir kendaraan sebesar Rp
3.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil, tanpa harus membayar tiket masuk.
Namun begitu, berhubung tak ada sarana transportasi umum untuk mencapai tempat
ini, maka baiknya kamu bawa kendaraan pribadi melewati rute terminal Giwangan
Yogyakarta-Jalan Imogiri Timur-Pertigaan Imogiri belok ke arah situs makam raja
raja Imogiri-Mangunan-hutan pinus Mangunan.
3. Air Terjun Lepo, si
'Erawan Falls' Bantul
Wisata alam satu ini
masih satu desa dengan hutan pinus Mangunan, guys. Air terjun yang terletak di
Dusun Pokoh, Desa Dlingo, Mangunan, Bantul, Yogyakarta ini disebut-sebut mirip
dengan Erawan Falls di Erawan National Park, Thailand. Ada empat tingkat kolam
alami yang dihubungkan oleh tiga air terjun di tempat wisata yang mulai
dikembangkan pada tahun 2013 lalu ini.
Perlu kamu tahu,
masing-masing kolam alami di sini memiliki kedalaman beragam. Tingkat pertama
memiliki kedalaman dua meter untuk remaja dan dewasa, tingkat kedua
kedalamannya sebatas pinggang orang dewasa dan lebih aman untuk bermain
anak-anak, dan tingkat ketiga yang dangkal sehingga bagian dasarnya yang
tertutup endapan kapur terlihat dari permukaan air. Kesegaran airnya mengundang
kamu untuk segera berenang di tempat yang nama 'Lepo'-nya merupakan kependekan
dari Ledok Pokok (lembah Dusun Pokoh)
Nah, untuk sampai ke
lokasi air terjun ini, kamu bisa berkendara melalui Jalan Imogiri
barat-Pajimatan Imogiri-Mangunan-Dlingo. Saat berkunjung ke sini, kamu tak
perlu membayar tiket masuk tapi harus bayar parkir sebesar Rp 2.000/motor.
4. Gumuk Pasir
Parangkusumo sekeren Great Sand Dunes
Mau keren main
skateboarding tapi di ladang pasir mirip sandboarding di Mui Ne Sand Dunes,
Vietnam atau Great Sand Dunes, Colorado, Amerika Serikat? Mending kamu ke
kawasan Pantai Parangkusumo saja. Di tempat ini, kamu bisa menggunakan papan
untuk meluncur dari puncak bukit pasir ke dataran rendah di bawahnya. Kamu bisa
juga lho, mengajak teman-teman lintas negaramu ke sini, baik untuk mencoba
berselancar, berfoto, bahkan kalau mau foto pre-wedding juga bisa.
Gumuk pasir
Parangkusumo ini terletak di hilir Sungai Opak, tepatnya di Desa Parangtritis,
Yogyakarta. Kamu bisa menempuh perjalanan dari pusat kota Yogyakarta selama 40
menit dengan mengambil rute seperti hendak menuju Pantai Parangtritis.
Saat masuk ke kawasan
ini, kamu akan dikenai tiket masuk sebesar Rp 3.000/orang. Kalau kamu mau
menyewa alat selancar pasir, kamu perlu merogok kocek lebih dalam, Rp 200.000
per orang, dan aturannya minimal enam orang selama dua jam.
Gunung sarat aura
mistis ini bukan tak menawarkan keelokannya, lho. Gunung yang menjulang gagah
di bagian utara provinsi DI Yogyakarta ini terbuka untuk wisatawan yang ingin
mendaki menikmati sang mentari menampakkan diri. Saat kamu ada di puncak Merapi,
kamu akan melihat puncak Gunung Lawu di sisi timur, Gunung Merbabu di sisi
utara, dan tiga bersaudara Gunung Slamet, Sumbing, dan Sindoro di sebelah
barat. Ketakjuban kamu sejauh mata memandang sekeliling Gunung Merapi tak akan
jauh berbeda dengan kesan kalau kamu di Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur,
yang memang terkenal dengan spot bagus untuk melihat matahari terbit (sunrise).
Untuk mencapai Gunung
Merapi yang terletak di dua provinsi (Jawa Tengah dan Yogyakarta) ini, kamu
bisa melalui, jalur pertama, yaitu lewat Desa Kinahrejo (dua kilometer sebelah
timur Kaliurang) lalu ke puncak Merapi sejauh sembilan kilometer dalam waktu
tempuh selama 10 jam dengan medan cukup terjal. Jalur kedua, yakni melalui
daerah Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang berlokasi di antara Gunung
Merapi dan Gunung Merbabu.
6. Goa Pindul ala
Belize Cave
![]() |
Goa Pindul |
![]() |
Belize Cave |
7. Eksotisme Puncak
Kosakora
Tempat wisata ini
terletak di Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Lokasi yang
dibentuk dari fenomena eksokart Pegunungan Sewu ratusan tahun silam ini
menyisakan tempat yang eksotis untuk berfoto dan menikmati sunset atau sunrise,
plus camping. Keindahan tempat ini juga didukung dengan lokasinya yang
bersisian satu garis dengan pantai-pantai cantik Gunungkidul, sebut saja
seperti Pantai Ngrumput, Pantai Drini, Pantai Watu Kodok, Pantai Sepanjang,
Pantai Kukup bahkan Mercusuar Pantai Baron yang jauh di barat pun dapat
terlihat dari puncak ini.
Hanya perlu Rp
2.000/orang untuk tiket masuk ke tempat ini. Sementara itu, rute yang bisa kamu
tempuh menuju Puncak Kosakora adalah melalu Pantai Drini. Secara garis besar
rute yang bisa kamu tempuh adalah Jalan Raya Jogja ke Wonosari-Wonosari-Pantai
Drini-Pantai Ngrumput-Puncak Kosakora.
8. Blue Lagoon versi
Sleman
Terkagum-kagum dengan
Blue Lagoon di Islandia yang menawarkan spa panas bumi? Tunda dulu impianmu ke
sana. Kamu bisa ke Blue Lagoon ala Yogyakarta, lho! Tempat pemandian ini
terletak di Desa Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Disebut
Blue Lagoon karena airnya terlampau jernih dan biru.
Lokasi Blue Lagoon
Sleman ini cukup mudah dijangkau. Dari pusat kota Yogyakarta kamu ke arah Jalan
Kaliurang sampai kilometer 13 kemudian berbelok ke kanan saat sampai di
pertigaan Jalan Raya Besi-Jangkang. Lantas, lurus saja sampai Pasar Jangkang,
kemudian ambil arah ke kanan sekitar 100 meter dan tinggal mengikuti petunjuk
arah saja. Di sini kamu akan dibuai dengan kesegaran air pemandian di tempat
ini sampai tiba di Blue Lagoon. Tarif yang harus kamu bayar untuk masuk ke area
pemandian ini adalah sebesar Rp 2.000 untuk parkir motor dan Rp 1.000 untuk
retribusi desa.
9. Hutan Wisata
Kalibiru
Kalau kamu ingin
menikmati pesona perbukitan dari puncak pohon pinus, kamu bisa ke Kalibiru,
sebuah desa di Pegunungan Menoreh, Kulonprogo, Yogyakarta. Suasana yang sejuk
cenderung dingin sangat cocok untuk kamu yang ingin melepaskan penat setelah
beraktivitas pada hari aktif. Mau foto pre-wedding? Bisa!
Waktu paling tepat ke
tempat ini adalah sore hari, saat matahari sudah tak terik lagi. Sensasi damai
dan tenang akan semakin terasa kalau kamu duduk di atas pohon, tepatnya di
papan kayu yang telah terpasang di pohon pinus, tepat di pinggir jurang. Di
kejauhan matamu akan dimanja dengan hamparan perbukitan dan telaga yang segar
di mata dan jiwa. Hanya perlu bea masuk sebesar Rp 3.000/orang dan untuk tarif
parkir motor sebesar Rp 2.000, sementara mobil sebesar Rp 5.000.
10. Romantisme Pantai
Indrayanti
Pantai yang terletak di
Dusun Ngasem, Desa Tepus, Gunungkidul ini menjadi destinasi populer oleh
wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Pantai yang memiliki pasir
putih dan dihiasi perbukitan batuan karang ini terkenal dengan aturan
kebersihannya. Tak pelak membuat kawasan wisata satu ini bersih, rapi, dan
nyaman.
Di sini kamu bisa
bermain air laut yang jernih dan bersih dan bisa menikmati menu-menu makanan
yang ditawarkan oleh beberapa restoran dan kafe yang ada. Bahkan kalau mau
beromantis ria bareng pacar, kamu bisa bersantai di gazebo-gazebo yang telah
disediakan di pinggir pantai, sekalian dinner romantis. Jadi, nggak usah
jauh-jauh ke Pantai Nusa Dua untuk tahu pasir putih atau Pantai Jimbaran untuk
dinner romantis.
11. Wisata bawah laut
Pantai Nglambor
Kamu hobi snorkeling?
Kalau kamu tinggal di Jawa atau dekat Pulau Jawa, mampir dululah ke Yogyakarta,
alih-alih langsung ke Bunaken, Sulawesi Utara. Lagi-lagi Gunungkidul menawarkan
keindahan wisata alam yang tak hanya membuai mata dan jiwa tapi juga raga kamu.
Kali ini kamu patut menjajal snorkeling di Pantai Nglambor, terletak di Desa
Purwodadi, Kecamatan Tepus, sekitar 70 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.
Air lautnya yang tak
terlalu dalam dan ombak tak terlalu besar, akan melenakan kamu menikmati pesona
bawah laut, seperti terumbu karang yang masih perawan. Kamu belum punya alat
snorkeling, kamu bisa menyewanya di sini dengan tarif Rp 35.000/paket untuk
satu jam, yang terdiri dari baju pelampung, sepatu karet, dan alat snorkeling.
Kamu juga akan dijaga pemandu yang siap mendampingi kamu selama snorkeling.
12. Pantai Krakal
memacu adrenalin peselancar
Mau olahraga laut yang
ekstrem? Cobain surfing di Pantai Krakal, Gunung Kidul. Usut punya usut,
olahraga berselancar atau surfing di Gunungkidul ini diawali dengan berdirinya
Wediombo Surf Society (WOSS). Di pantai ini juga pernah diadakan kejuaraan
selancar Rip Curl GromSearch pada Mei 2015 lalu yang diperuntukkan bagi peserta
anak-anak atau junior. Tapi kalau kamu memang berminat ke sini untuk surfing,
lebih baik bawa peralatan sendiri karena fasilitas surfing masihlah minim.
Namun begitu, pantai ini disebut-sebut sebagai pantai terbaik kedua setelah
pantai-pantai di pulau Bali seperti Pantai Kuta yang memang terkenal untuk
dijadikan lokasi berselancar oleh banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.
13. Puncak Suroloyo untuk
pikiran yang tentram
Ingin menapak di tempat
laksana di atas awan? Kunjungi Puncak Suroloyo yang merupakan puncak dari
Pegunungan Menoreh yang terletak di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Dari
puncak ini kamu bisa menikmati sunrise, pemandangan Gunung Sumbing dan Sindoro,
dan kegagahan Candi Borobudur yang masuk wilayah Magelang, Jawa Tengah.
Tempat ini memang
beraura cukup magis, mengingat ada tiga pendopo di Puncak Suroloyo. Pendopo
pertama adalah sebuah pendopo pertapaan. Konon, di Puncak Suroloyo inilah Raden
Mas Rangsang atau Sultan Agung Hanyokrokusumo bertapa untuk mendapatkan
petunjuk dari Yang Kuasa mengenai keberlangsungan kepemerintahannya di bumi
Jawa. Selain itu, setiap 1 Suro (1 Muharram) selalu diselenggarakan ritual
pembersihan pusaka warisan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Tombak Kyai
Manggolo Murti dan Songsong Kyai Manggolo Dewo.
Rute yang bisa kamu
tempuh dari kota Yogyakarta ke Puncak Suroloyo yaitu, jalur pertama melalui
Jalan Godean-jembatan Progo-Perempatan lampu merah Nanggulan-perempatan
Dekso-Samigaluh-Puncak Suroloyo. Jalur kedua, yaitu Jalan
Magelang-Tempel-Kalibawang-Pasar Jagalan-Puncak Suroloyo.
Setelah tahu daftar
wisata alam di atas, buru-buru pengen berkunjung, kan? Selamat piknik, guys!
14. Situs Ratu Boko
untuk sunset romantis
Sang surya tak hanya
indah saat baru menampakkan diri, tapi saat hendak ditelan malam, dia juga
layak dikagumi. Untuk kamu yang melihat panorama sunset, ngapain jauh-jauh ke
Angkor Wat, Kamboja? Di Yogyakarta ada yang nggak kalah eksotis, lho! Kamu bisa
datang ke situs Ratu Boko, tentu saja datang saat cuaca cerah. Situs Ratu Boko
terletak di Jalan Raya Jogja-Solo, Prambanan, Yogyakarta. Kompleks bangunan
purbakala bernuansa Hindu ini terdiri dari gapura, ruang paseban, kolam,
pendopo, pringgitan, keputren, dan ceruk gua untuk bermeditasi. Tempat ini juga
menawarkan pemandangan yang indah untuk kamu mengambil foto, lho.
Untuk sampai ke sini
dari pusat kota Yogyakarta, kamu bisa mengambil rute yang sama saat menuju
Candi Prambanan. Sesampainya di persimpangan Pasar Prambanan, belok ke kanan
sejauh sekitar tiga kilometer, menuju Jalan Jogja-Piyungan, sampai ketemu papan
petunjuk warna hijau yang mencantumkan arah Situs Ratu Boko.
Nah, untuk masuk
kawasan situs Ratu Boko kamu akan dipungut retribusi sebesar Rp 7.000/orang,
sementara biaya parkir untuk motor sebesar Rp 1.500 dan Rp 5.000 untuk mobil.
Kalau kamu ingin melihat sunset, kamu perlu merogoh kocek sebesar Rp
75.000/orang. Jaga-jaga juga kalau kamu membawa kamera atau handycam sendiri,
akan dikenakan biaya tambahan. Biasanya, tiket masuk ke situs ini tersedia
dalam bentuk paket bersama dengan tiket masuk Candi Prambanan, jadi bisa sekali
dayung, dua tempat terlampaui.
15. Laguna Wediombo,
kolam alami khas Gunungkidul
Mau renang di kolam
alami persis di bibir pantai? Tak perlu jauh-jauh ke laguna Yal-ku Meksiko.
Yogyakarta juga punya tempat wisata serupa. Kamu datang saja ke pantai Wediombo
yang ada di Desa Jepitu Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. Pantai ini disebu
Wediombo karena maknanya Wedi berarti pasir, dan Ombo berari luas, jadi
hamparan pasir yang luas. Nah, kalau mau berenang di laguna, kamu perlu
berjalan menyusuri pantai atau menapaki bukit ke arah timur. Laguna ini akan
terisi air penuh kalau ombak datang.
Rute yang bisa kamu
tempuh dari pusat Kota Yogyakarta menuju lokasi wisata alam ini adalah pertama,
dengan menyusuri pantai-pantai di Gunungkidul, yaitu Pantai Tepus, Pantai
Girisubo hingga sampai di Pantai Wediombo. Jalur kedua bisa melewati jalur
Wonosari–Semanu–Jepitu–Wediombo. Waktu tempuh untuk jarak kota Yogyakarta ke
pantai ini yang 80 kilometer adalah sekitar dua jam berkendara. Nah, untuk
tiket yang harus kamu keluarkan supaya dapat masuk ke Pantai Wediombo adalah
sebesar Rp 10.000/orang.
0 komentar:
Post a Comment
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.